Tanpa Hukum Taurat
Hanya Yesus Kristuslah—manusia nirdosa—yang sanggup menanggung hukuman atas dosa. Dan melalui iman kepada Dia sajalah manusia diselamatkan.
Hanya Yesus Kristuslah—manusia nirdosa—yang sanggup menanggung hukuman atas dosa. Dan melalui iman kepada Dia sajalah manusia diselamatkan.
Karena oleh hukum Taurat orang mengenal dosa. Dan memang itulah kenyataan manusia. Ketika dilarang, malah melakukannya.
Paulus menekankan aspek kesetiaan Allah. Allah tetap setia meski manusia berlaku tidak setia terhadap-Nya. Allah tetap mengasihi manusia walau manusia tidak mengasihi-Nya.
Dasar melakukan perintah bukanlah agar tidak dihukum, namun karena mengasihi Allah.
Kepada kita pun Allah telah memercayakan Alkitab – Firman,-Nya. Pertanyaannya, apakah kita telah menjadikan Alkitab sebagai pola dan standar hidup sehari-hari?
Ketika seorang Israel disunat, maka dia dianggap umat Allah. Sebagai umat Allah, dia mesti hidup sebagai umat Allah. Dan hukum Taurat adalah standarnya. Jika mereka tidak melakukan Taurat, maka sunat lahiriah itu tidak akan ada manfaatnya.
Pentingnya kesaksian umat Allah. Jika umat Allah—yang telah dipilih Allah tidak menghargai Allah; bagaimana mungkin kita berharap bangsa-bangsa lain akan menghormati Allah. Kesaksian umat Allah akan berpengaruh besar bagi bangsa-bangsa lain.
Yang dinilai benar oleh Allah adalah perbuatan dan bukan sekadar seruan penyembahan.
Sang Rasul hendak mengingatkan bahwa Allah memang telah memilih Bangsa Israel menjadi umat-Nya agar menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain. Sehingga bangsa-bangsa lain juga menjadi umat Allah.
Dosa membuat kita merasa lebih tinggi dari Allah. Dosa membuat kita tidak mau menjadi hamba siapa pun, kecuali keakuan kita. Dan itulah yang membuat orang mengeraskan hati.