Sabda-Mu Abadi
Rukun
Kita dipanggil untuk hidup seperti garam. Dan lebih spesifik Yesus menekankan bahwa kita dipanggil untuk hidup rukun satu sama lain.
Sabda-Mu Abadi
Mata
Kita dipanggil untuk melihat dengan mata Allah. Melihat sebagaimana Allah melihat.
Sabda-Mu Abadi
Kaki
Kaki kita selain bisa mendukung perbuatan baik kita, juga bisa membuat kita berdosa. Karena itu, kita perlu berhati-hati dalam menggunakannya.
Sabda-Mu Abadi
Tangan
Tangan kita bisa membuat kita berdosa. Karena itu, kita perlu berhati-hati dalam menggunakannya.
Sabda-Mu Abadi
Yang Kecil
Hati-hati dalam mengajar. Jangan gegabah sehingga orang yang terbatas pengetahuan imannya, malah tak lagi percaya kepada Allah.
Untaian Nada Ilahi
Menggirangkan Hati Allah
”Demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu” (Yes. 62:5). Betapa indahnya kalimat tersebut—terkesan mustahil. Umat yang dikenal keras kepala itu ternyata bisa menyukakan hati Allah. Nubuat itu merujuk kondisi Israel pascapembuangan. Mulanya, Yesaya bernubuat mengenai hukuman buang karena Israel telah mendukakan Read more
Sabda-Mu Abadi
Secangkir Air
Setiap Kristen—sebagai anggota keluarga Allah—dipanggil untuk memenuhi kebutuhan primer setiap utusan Kristus.
Sabda-Mu Abadi
Bukan Pengikut Kita
Pengusiran setan memang bukan karena kekuatan manusia, tetapi karena Allah. Mukjizat sesungguhnya dari Allah semata.
Sabda-Mu Abadi
Lalu (2)
Perhatian tak ada manfaatnya jika tidak berbuah dalam tindakan. Kasih harus diekspresikan. Dan Yesus melakukan tindakan nyata.
Sabda-Mu Abadi
Lalu
Menjadi pemimpin dalam pemahaman Yesus bukanlah untuk menjadi penguasa, tetapi menjadi pelayan. Pelayan yang memimpin.
Tala
Tepat Waktu
Sering kali Tuhan menunda menjawab kerinduan umat-Nya karena Tuhan sedang mempersiapkan baik hati, pikiran, dan hal lainnya agar kita tidak ”kewalahan dan kelelahan” atas jawaban doa tersebut sehingga susah mengelola, lupa bersyukur dan berbagi.











