Menjadi yang Diperkenan Allah
Kekudusan, sama halnya dengan integritas, semestinya tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain
Kekudusan, sama halnya dengan integritas, semestinya tidak tergantung pada ada atau tidaknya orang lain
Yulius mengizinkan Paulus mengunjungi para sahabatnya. Tentu saja, tak sekadar melepas rindu, namun itu menjadi kesempatan bagi Paulus untuk menguatkan para sahabatnya dan menjadi kesempatan bagi mereka untuk memperlengkapi kebutuhan Paulus sehari-hari.
Sukses pekabaran Injil bukanlah hanya pada jumlah orang yang percaya. Sukses pekabaran Injil ialah ketika seseorang diberi kesempatan menjawab bagaimanakah sikapnya terhadap Injil. Percaya atau tidak itu merupakan anugerah Tuhan saja!
Cerita merupakan sesuatu yang baik dalam mengabarkan Injil karena orang tidak mungkin menggugat sebuah cerita, yang memang sungguh-sungguh pengalaman hidup dan bukan rekaan belaka. Paulus bercerita tentang mengapa dia berubah..
Kefarisian Paulus itulah yang membuatnya percaya akan janji Allah kepada orang Israel. Dan itulah yang menyebabkannya dijebloskan ke dalam penjara. Padahal seluruh Israel sebenarnya mengharapkan pemenuhan dari janji Allah itu.
Paulus di hadapan Agripa dan Festus. Pertama, Paulus melihat itu sebagai kesempatan yang baik baginya karena dia tahu Agripa pasti lebih paham ketimbang Festus berkait tuduhan yang dilontarkan oleh orang-orang Yahudi. Paulus merasa beruntung.
Pidato pembukaan Festus di hadapan Agripa dan Bernike. Di pengadilan pertama—di hadapan perwakilan orang-orang Yahudi—dia telah memutuskan untuk mengirimkan Paulus ke Roma untuk menghadap kaisar. Namun, akhirnya dia malah bingung sendiri karena aneh rasanya menghadapkan orang kepada kaisar tanpa alasan yang masuk akal.
Festus tak bisa menyerahkan Paulus kepada orang-orang Yahudi. Ia, lagi-lagi setelah berunding dengan para penasihatnya, akhirnya berkata, ”Engkau telah naik banding kepada Kaisar, jadi engkau harus pergi menghadap Kaisar.”
Paulus tidak menurunkan standar ajaran di hadapan pemerintah. Undangan Feliks malah menjadi kesempatan bagi Paulus untuk meluruskan yang bengkok dan membenarkan yang salah.
Feliks yang tahu benar-benar tentang Jalan Tuhan, menangguhkan perkara mereka, katanya, ’Setibanya kepala pasukan Lisias di sini, aku akan mengambil keputusan dalam perkaramu.’ Lalu ia menyuruh perwira itu tetap menahan Paulus, tetapi dengan tahanan ringan, dan tidak boleh mencegah seorang pun dari sahabat-sahabatnya melayani dia.