Utang
Paulus memahami pemberitaan Injil merupakan cara dia melunasi utang kepada bangsa-bangsa lain.
Paulus memahami pemberitaan Injil merupakan cara dia melunasi utang kepada bangsa-bangsa lain.
Dia memohon kepada Allah agar boleh mengunjungi Jemaat di Roma dengan mata kepalanya sendiri. Dia tak hanya ingin menguatkan Jemaat di Roma, tetapi juga dikuatkan oleh mereka. Sejatinya inilah persekutuan sejati: saling menguatkan.
Paulus tidak iri terhadap Jemaat di Roma. Rasa iri biasanya akan membuat kita sulit bersyukur. Namun, rasa syukur akan keadaan orang lain akan membuat kita lebih mampu bertahan dalam persoalan.
Paulus menyatakan kaitan erat antara percaya dan taat. Tak ada gunanya kepercayaan tanpa ketaatan. Ketaatan itu sendiri merupakan buah dari kepercayaan. Dan semuanya itu merupakan keniscayaan logis sebagai milik Kristus. Aneh rasanya jika seseorang mengaku sebagai milik Kristus, namun tidak percaya dan tidak menaatinya.
Paulus semula tidak memercayainya, akan tetapi, perjumpaan dengan Yesus Orang Nazaret di jalan yang menuju Damsyik membuat Paulus tak mungkin lagi menyangkal Kabar Baik itu. Paulus pun merasa dipanggil untuk mengabarkannya.
Bagaimana cara kita memperkenalkan diri? Sudikah kita memperkenalkan diri sebagai hamba Yesus Kristus? Jika sudi, tak boleh kita lupa akan panggilan kita untuk memperkenalkan Injil Allah.
Akhir hidup Naomi sungguh manis. Meski sempat tidak mau dipanggil Naomi karena segala kepahitan hidup yang dialami, namun pada akhir hidupnya Naomi mendapatkan namanya kembali. Ya, namanya tetap Naomi. Allahlah yang menolong dia agar tetap percaya diri menyandang nama Naomi.
Ketulusan adalah kuncinya. Lakukanlah segala sesuatu dengan tulus hati dengan tetap mengandalkan Allah. Dan memang hanya dengan ketulusan hatilah kita boleh berani berharap akan berkat Allah.
Saya menemukan cara yang menjadi panduan agar tetap bisa menikmati dan merangkai satu kisah ke kisah berikutnya. Temuan ini semoga bisa membantu kita, lalu bersama-sama melakukan ziarah iman bersama Rasul Paulus dan tokoh-tokoh lain.
Rutlah yang mengambil langkah pertama, dia tidak menunggu sang mertua memberi perintah. Itu pun dilakukannya dengan sukarela. Tindakannya itu menarik hati Boas, sang pemilik ladang, di mana Rut memungut bulir-bulir gandum yang jatuh dari belakang para penyabit.