Jika Garam Itu Menjadi Tawar
Sedikit dalam jumlah semestinya membuat kita meningkatkan mutu kita. Ini bukan perkara gampang untuk menjadi sungguh-sungguh jempolan.
Sedikit dalam jumlah semestinya membuat kita meningkatkan mutu kita. Ini bukan perkara gampang untuk menjadi sungguh-sungguh jempolan.
”Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?” (Luk. 10:25). Demikianlah pertanyaan seorang ahli Taurat kepada Yesus. Lukas mencatat bahwa pertanyaan itu diajukan untuk mencobai Yesus. Mengapa Lukas memberikan catatan ini? Sebab—dari pertanyaan yang diajukan—orang itu sudah tahu jawabannya. Yesus, Sang Guru dari Nazaret, tak mudah dijebak. Ia Read more
Ketika garam telah kehilangan rasa asinnya, dia akan kehilangan fungsinya untuk menggarami. Dan yang digarami adalah dunia.
Yang miskin, lemah lembut, suci, dukacita, belas kasihan, damai, lapar dan haus: merupakan jalan hidup yang harus dijalani para pengikut Kristus.
Ciri orang yang dikuasai oleh damai Kristus adalah mampu berdamai dengan diri sendiri,
mampu menerima kekuatan dan kelemahan diri.
Sang Guru sungguh beralasan saat bicara soal kesucian hati. Dan hanya orang yang suci hatinya yang mungkin melihat Allah.
Lapar dan haus akan kehendak Allah berarti rindu melakukan kehendak Allah. Melakukan kehendak Allah menjadi prioritas hidupnya.
Sikap rendah hatilah yang bisa mendukung seseorang mendapatkan apa yang dirindukannya. Sebab, Allah sendirilah yang akan memenuhi janji-Nya.
”Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit” (Luk. 10:2). Pernyataan Yesus, Sang Guru dari Nazaret, terdengar seperti keluhan. Pertanyaannya: Benarkah? Bisa jadi ada pekerja, mungkin banyak, tetapi pekerja berkulitas banyakkah? Guru banyak, guru berkualitas banyakkah? Dokter banyak, dokter yang baik? Karyawan pasti banyak, karyawan yang sungguh-sungguh memahami pekerjaan sebagai panggilan hidup? Read more