Rasul Yesus Kristus
Paulus pun disebut rasul karena diutus untuk memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi.
Paulus pun disebut rasul karena diutus untuk memberitakan Injil kepada orang-orang bukan Yahudi.
Ketika Musa keluar mindernya—bagaimanapun dia seorang buronan—Allah dengan tegas berkata, ”Aku akan menyertai engkau! Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: Apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini” (Kel. 3:12). Perhatikan bahwa tanda yang diberikan bukanlah tanda yang sudah ada, tetapi tanda yang masih akan terjadi. Dan persoalan besarnya adalah apakah Musa percaya!
”Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku”. Kalimat ini menyiratkan bahwa Yesus—Allah yang menjadi manusia itu—adalah Pribadi yang berjanji. Ada kata akan dipakai di sana. Artinya, belum terjadi. Yesus—Allah yang menjadi manusia itu—memang gemar mengikatkan diri-Nya pada sebuah janji.
Kita adalah milik Allah. Alasan inilah yang semestinya membuat kita berseru bersama Daud: ”Bernyanyilah bagi Allah, bermazmur bagi nama-Nya, tinggikanlah Dia yang mengendarai awan! Nama-Nya ialah TUHAN; beria-rialah di hadapan-Nya!” (Mzm. 68:5). Ya, beria-rialah di hadapan-Nya!
Jika hati kita kotor, kotor pulalah mulut kita. Mata pun jadi suka melihat yang kotor-kotor dan kaki pun melangkahkan diri ke tempat yang kotor. Dan akhirnya seluruh badan jadi kotor seluruhnya.
Hingga akhir hidupnya, Stefanus setia. Sebagaimana Sang Guru, diaken itu berusaha menjaga kualitas hidupnya hingga akhir. Ia adalah salah satu batu hidup, yang digunakan untuk pembangunan rumah rohani di surga. Nama Stefanus sendiri berarti mahkota. Kehidupan dan kematiannya membuat dia beroleh mahkota kehidupan. Sebab ia telah memelihara iman.
Perbuatan baik Allah seharusnya mendorong kita juga untuk melakukan hal yang baik. Perbuatan baik berbuah perbuatan baik pula. Karena itu, jangan berhenti untuk berbuat baik. Selama hidup kita, marilah kita mengagungkan Allah dalam hidup kita!
Di tengah ketakutan dan kebingungan, Yesus berdiri di tengah-tengah mereka. Yesus tidak berdiri di pinggir dan tidak bisa disentuh. Tidak. Yesus berdiri di tengah-tengah mereka. Berarti berdiri juga di tengah ketakuan dan kebingungan mereka.
Pada perayaan Kamis Putih ini kita semua akan dibasuh kakinya. Semuanya. Tak terkecuali. Terimalah! Jangan sungkan! Bahkan, bersyukurlah karena melalui peristiwa pembasuhan kaki ini kita dianggap layak merasakan kehambaan Yesus Orang Nazaret.
Petrus menyadari bahwa hanya Yesus yang dapat mengubah Simon menjadi Petrus. Hanya Tuhan yang dapat menciptakan batu karang dari seorang pembual yang ragu.
Yesus tidak hanya memanggil namanya: Simon. Dia merasa perlu menambahkannya dengan anak Yohanes dan Kefas, yang artinya Petrus. Dan Sapaan itu, jika kita perhatikan, berkait erat dengan masa kini, lampau, dan masa depan. Simon adalah masa kini, anak Yohanes adalah masa lampau, dan Kefas yang artinya Petrus adalah masa depan.