Tiga Hari Raya
Ada tiga hari raya: Hari Raya Roti Tidak Beragi, Pesta Panen, dan Pesta Pengumpulan Hasil. Yang penting dicatat adalah Allah sendiri menyatakan bahwa perayaan ini adalah untuk Allah sendiri.
Ada tiga hari raya: Hari Raya Roti Tidak Beragi, Pesta Panen, dan Pesta Pengumpulan Hasil. Yang penting dicatat adalah Allah sendiri menyatakan bahwa perayaan ini adalah untuk Allah sendiri.
”Engkau tidak akan disebut lagi ’perempuan yang ditinggalkan, dan negerimu tidak akan disebut lagi ’perempuan terlantar, tetapi engkau akan dinamai ’perempuan kesukaan-Ku’ dan negerimu ’perempuan bersuami’, sebab TUHAN suka kepadamu, dan negerimu akan bersuami. Sebab seperti seorang pemuda menjadi suami Read more
Sejak peristiwa pembebasan itu, Allah telah menjadi tuan atas Israel. Sehingga Ia menuntut penyembahan yang eksklusif.
Karena penderitaan dan sakit ini hanya sementara, namun dalam keabadian yang akan datang sebentar lagi, Yesus Kristus akan menyambut kita semua, saat tempat kita telah sedia dibuat-Nya.
Allah menetapkan sabat bagi manusia untuk berhenti bekerja. Panggilan bekerja selama enam hari semestinya diimbangi dengan berhenti pada hari ketujuh.
Selama enam tahun engkau boleh menabur di tanahmu dan mengumpulkan hasilnya, tetapi pada tahun ketujuh engkau harus membiarkannya dan meninggalkannya, supaya orang miskin di antara bangsamu memperoleh makanan.
Alasan tidak memeras pendatang adalah karena umat Israel sungguh tahu bagaimana perasaan para pendatang itu. Sebab mereka sendiri pernah menjadi pendatang di Tanah Mesir.
Sabda-Mu Abadi | 12 Agustus 2024 | Kel. 23:6-8 ”Jangan engkau memperkosa hak orang miskin di antaramu dalam perkaranya. Menjauhlah dari perkara dusta. Orang yang tidak bersalah dan orang yang benar tidak boleh kaubunuh, sebab pelaku kejahatan seperti itu tidak Read more
Apabila engkau melihat keledai orang yang membencimu rebah tertindih bebannya, janganlah engkau enggan menolongnya.
”Akulah roti kehidupan” (Yoh. 6:35). Demikanlah pernyataan Yesus Orang Nazaret di hadapan orang banyak itu. Ia mengidentifikasikan diri-Nya dengan roti. Tanpa roti, manusia tak dapat hidup normal. Tanpa karbohidrat, manusia takkan memiliki energi untuk menjalani tugasnya sebagai manusia. Ungkapan roti Read more