Peraturan tentang Pemukulan Budak
Budak boleh dihukum, tetapi tak boleh diambil nyawanya. Sebab nyawa adalah milik Allah. Hanya Dialah yang boleh menghentikan umur seseorang.
Budak boleh dihukum, tetapi tak boleh diambil nyawanya. Sebab nyawa adalah milik Allah. Hanya Dialah yang boleh menghentikan umur seseorang.
Penculikan bermuara pada perdagangan orang yang menurunkan harkat manusia dari pribadi merdeka menjadi budak. Allah tentu saja membenci perbudakan.
Allah sungguh membenci orang yang memukul dan mengutuk orang tuanya. Bagi orang-orang macam begini, hukuman Allah adalah kematian.
Yesus melihat. Guru dari Nazaret itu tidak menutup mata. Mata-Nya senantiasa terbuka. Keterbukaan mata itulah yang membuat Dia mampu memahami keadaan orang banyak itu.
Jangan membunuh! Mengambil nyawa manusia merupakan prerogatif Allah. Tak seorang pun boleh mengambil nyawa sesamanya. Nyawa manusia adalah pemberian Allah semata dan hanya Alllah yang berhak mengambilnya.
Allah menginginkan kemerdekaan umat-Nya. Ia tidak ingin ada umat-Nya yang menjadi budak selama-lamanya. Pada dasarnya Allah memang tidak menghendaki perbudakan.
Allah Israel berkenan akan kesederhanaan. Yang penting juga adalah sikap takut dan hormat ketika menghadap Allah. Prinsip-prinsip ini jugalah yang perlu kita tularkan kepada generasi muda.
Allah jelas menginginkan bahwa hubungan antara Dia dan umat-Nya itu eksklusif—tidak ada pihak ketiga. Dan karena itu, menjadi tindakan logis dan suatu keniscayaan jika umat Israel hanya memfokuskan dirinya hanya untuk Allah.
Tuhan mengasihimu. Dia ingin menyapa dirimu secara pribadi. Jangan takut! Yang penting hiduplah sebagai anak-anak Allah! Kekudusan adalah harga mati!
Sejatinya melampiaskan semua yang diinginkan hati berarti menjadikan hati sebagai Tuan mereka dan merusak hubungan dengan sesama.