Lembu yang Menyeruduk
Hewan tak bisa dituntut pertanggungjawaban sendirian karena tidak berakal budi. Oleh karena itu, manusialah yang harus bertanggung jawab atau sepak terjang hewan miliknya.
Hewan tak bisa dituntut pertanggungjawaban sendirian karena tidak berakal budi. Oleh karena itu, manusialah yang harus bertanggung jawab atau sepak terjang hewan miliknya.
Janin adalah makhluk hidup. Masalah janin dalam kandungan akibat kelalaian orang lain layak diperhitungkan. Allah tidak mendiamkannya. Mengapa? Sebab anak adalah milik pusaka Allah yang dititipkan kepada sebuah keluarga. Janin pun dihargai Allah.
Manusia memerlukan pertobatan dan dunia membutuhkan terang Tuhan sehingga kabar baik sudah selayaknya diserukan dan Injil Kristus perlu dibagikan.
Hari ini ada yang berbeda dari ibadah Minggu yang biasa saya hadiri. Bukan saja karena pembawa firman menggunakan Bahasa Inggris, sehingga saya harus fokus menangkap kalimat yang diucapkan; tetapi karena ia mengibaratkan hal memberi sedekah, hal berdoa, dan berpuasa di Read more
Budak boleh dihukum, tetapi tak boleh diambil nyawanya. Sebab nyawa adalah milik Allah. Hanya Dialah yang boleh menghentikan umur seseorang.
Penculikan bermuara pada perdagangan orang yang menurunkan harkat manusia dari pribadi merdeka menjadi budak. Allah tentu saja membenci perbudakan.
Allah sungguh membenci orang yang memukul dan mengutuk orang tuanya. Bagi orang-orang macam begini, hukuman Allah adalah kematian.
Yesus melihat. Guru dari Nazaret itu tidak menutup mata. Mata-Nya senantiasa terbuka. Keterbukaan mata itulah yang membuat Dia mampu memahami keadaan orang banyak itu.
Jangan membunuh! Mengambil nyawa manusia merupakan prerogatif Allah. Tak seorang pun boleh mengambil nyawa sesamanya. Nyawa manusia adalah pemberian Allah semata dan hanya Alllah yang berhak mengambilnya.
Allah menginginkan kemerdekaan umat-Nya. Ia tidak ingin ada umat-Nya yang menjadi budak selama-lamanya. Pada dasarnya Allah memang tidak menghendaki perbudakan.