Lampu
Mengapa lampu mesti tetap menyala di Kemah Pertemuan? Agar umat Allah tetap ingat bahwa Allah tetap bersama mereka baik di kala siang, apalagi malam.
Mengapa lampu mesti tetap menyala di Kemah Pertemuan? Agar umat Allah tetap ingat bahwa Allah tetap bersama mereka baik di kala siang, apalagi malam.
”Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?” (Mrk. 7:5). Inilah kalimat yang keluar dari mulut beberapa orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka tidak mengada-ada. Mereka pun agaknya heran menyaksikan para murid Yesus makan tanpa cuci tangan. Di mata mereka para murid Yesus Read more
Kita bisa memahaminya demikian: Jarak akan membuat manusia memahami siapa dirinya di hadapan Allah. Ada perbedaan hakikat antara manusia berdosa dan Allah yang suci.
Allah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik dan teratur. Dan Ia menjelaskan segalanya kepada Musa secara detail.
Kemah Suci terbuat dari sepuluh kain tenda yang dibuat dengan bahan terbaik, yakni linen halus yang dipintal dari benang ungu tua, ungu muda, dan merah tua.
sesuatu yang dibuat untuk Allah harus seturut dengan Allah sendiri. Manusia punya kreativitas. Kreativitas adalah ciptaan Allah yang dipercayakan kepada manusia.
Karena diberi berkat setiap hari, sudah sepantasnyalah kita memberikan persembahan setiap hari.
Tabut Hukum sebagai tanda yang kelihatan bagi Musa, juga umat Allah, saat berkomunikasi dengan Allah.
Allah ingin melibatkan manusia dalam pembuatan Kemah Suci. Tentu Allah bisa mengupayakan semuanya itu sendirian.
”Mulai saat itu banyak murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.” (Yoh. 6:66). Kisah mukjizat lima roti dan dua ikan berakhir murung. Tak sedikit murid yang mundur. Mereka tak mau lagi menjadi pengikut Yesus. Mulanya mereka begitu bersemangat. Ke mana Yesus pergi, mereka ikut. Namun, sulit bagi mereka Read more